Tampilkan postingan dengan label Ceritaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ceritaku. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 November 2016

Penunggu Teras Mirota Kaliurang

mmmmm...
pulang nganterin Desti ke Bandara. Gegara flightnya mepet banget jadi gak sempet ke Malioboro beli oleh2. Alhasil tengok kanan kiri jalan buat nyari toko yg jual cemilan khas Jogja. Yah emang si resikonya adalah MEMBAYAR LEBIH MAHAL.
Singkat carita nemu Mirota. ah toko ini mah udah terkenal banget. Cabangnya ada di mana-mana. Aku nunggu motor nangkring di atas parkir. Desti masuk belanja antah berantah keperluannya.
Di plataran Mirota, mata tiba2 tertuju sama anak kece ini.
bukan... bukan... bukan karena dia pake gadget mahal atau pake baju branded. Tapi ini dia anak laki-laki ketiga dari pasangan suami istri yang menekuni jual keripik kacang. loh kok anak se-usia SMP gini gak sekolah jam segini? *pikirgue. 
Sebut saja Rifky, kira-kira 12 th. Ngakunya rumahnya di Imogiri. berhubung aku keponya tingkat dewa, jadi cukup kutulis nih jawaban si Rifky aja ya..
"iya mbak ini aku jualan kripik, 5 rb harganya. bapak ak buruh lepas, ibuku sama kayak ak jualan juga tapi di Mirota sebelah. Kakak aku kelas 3 SMP,  kadang dia juga nemenin jual kripik."

"aku pengen sekolah tinggi, tapi biayanya pasti mahal kan mbak"

"aku pengen jadi pemain bulu tangkis, tapi di desaku ndak ada lapanganya"
"aku ngaji mbak, alhamdulillah sdah jus 6"

"makanan favorit aku tongseng kates, eh tumis kates buatan emak, kalo makanan beli,,,, mmmmm ndak ada yang kufavoritken mbak".
"aku ndak bosen si duduk sendiri di sini, heheh kan sudha terbiasa sejak kelas 3 SD, tapi dulu cuma nemenin mamak jualan, kalo sekarang kan bener bantuin jualan"
"enggak suka mancing"
"makasih mbak es nya".

nih dia si Rifky, *posisi lagi curhat tapi malu-malu.

oke jadi intinya, aku terharu termehek mehek sampe benyek. Seumuran dia yang rata-rata pada hits megang gadgets, main sana-sini gak karuan. eh malah dia milih bengong di sini nungguin keranjang merah berisi keripik kacang tanah.
cita-citanya cukup sederhana, pengen jadi atlet bulu tangkis.
tuh Pak Pejabat Imogiri, please deh bikinin lapangan bulu tangkis buat nih anak kece, Rifky. *mukamaksa

buat Rifky, Aduh Rifky, mbak cuma bisa aaaammiiienin semua tigasimu ya,
maaf cuma bisa ngasi es teh doang... y😢

Senin, 23 November 2015

Dipertanyakan?



Selalu kubuka mataku setiap paginya. Ketika cakrawala mulai membuka dirinya untuk lensa sempurna dari Sang Maha Pencipta. Bebas memandang dan bergeliat ke semua penjuru arah. Segerombolan awan putih yang tak jelas bentuknya kian mendekat. Mulai membuat onar. Berubah-ubah. Selalu menjelma tanpa sempat aku bisa menilainya. Menari meliuk-liuk bak penari ular kesurupan dari India. Namun, seketika hilang lagi. Lalu di belakangnya muncul lagi. Bentuk yang berbeda. Lagi-lagi aku belum sempat menilainya, berhamburanlah mereka lari pontang panting bak pantatnya disembur api neraka. Lalu hilang, melebur. Dan datang lagi. Lalu hilang lagi... 

Senin, 05 Oktober 2015

BIOGRAFI

My name is Rusmiatiningsih, I was born in June, Pati, Central Java. After graduated from high school I lived in Palembang with father and mother and also my brother. It is located at Jl. No. 2400 Srijaya Alang-alang Lebar Palembang. My father is Sukiman, my mother is Sulastri and my brother name i is Joko Dedi Kiswanto.

Kamis, 12 Maret 2015

Ada apa dengan 2015

Hmmmm.....
Bedehem dulu.
Eh, udah makan?
Enggak. Saya cuma nanyain doang.
Ngomong-ngomong soal 2015, hmmm....
😱

Kamis, 12 Februari 2015

AKU HARI INI

Matahari seperti biasa berkutat dengan sinarnya.  Angin lalu lalang berpindah satu tempat ke tempat yang lain dengan detailnya masuk ke relung-relung kecil tak terlihat. Awan juga. Datang berkerumun, menggumpal lalu pergi lagi. Haripun sibuk dengan rintihan semua penghuni bumi.

Mataku terpaku. Diam. Bukan sedih.
Namun diam menerawang terangnya hari ini.  Begitulah keadaan saat ini. Setidaknya suasana hidupku. Bukan tentang hati. Biarlah hati berbicara, namun bukan untuk hari ini.

Tatapan korneaku kuberi jeda sejenak. Memejamkannya antara 10 detik. Ingin kubuka lagi, tapi sepertinya aku terlalu menikmati posisi ini, sejadinya aku masih menutup kelopak ini.

Ya Rabb,  lewap hembusan nafasku, lewat nyawa yang terselip di raga, maka biarkanlah aku tetap mensyukuri apapun yang datang ke padaku. Dulu... Sekarang... Dan yang akan datang. Ya.... Itupun kalau masih nyawa ini terselip bagi dunia ini.

Aku senang berada di sini. Bukan soal berapa besar aku dibayar, bukan juga seberapa besar aku berfungsi dan apa jabatan dan kedudukanku di sini. Namun, kenyamanan melihat suasana yang teduh, damai, dan senyum yang kujumpai setiap harinya.  Dari mereka semua ini kudapatkan. Indah.  Indah mendamaikan.

Aku mendapat pelajaran penting hari ini, bahwa bukan kemewahan dan kesempurnaan fisik untuk diterima di sebuah lingkaran. Namun seberapa besar niat dan tulus kita membaurkan diri dengan menampilkan apa adanya diri kita.

Selasa, 03 Februari 2015

Merci Beaucoup

#30harimenulissuratcinta hari ke-6

Hallo...
Pak, apa kabar? Mungkin bapak lebih paham kalau aku bertanya kabar dengan bahasa ini, "comment allez-vous?"

Pasti dengan senyum sempringah dan tangan terbuka bapak akan segera menjawabnya dengan kata, "je vais bien" atau saya baik-baik saja.

Semester 6 yang lalu, kegiatan PPL (Praktik Profesi Lapangan) yang diselenggarakan pihak kampus ternyata mempertemukanku denganmu. Ahh pak, sejujurnya sampai saat ini aku tak percaya bapak segagah itu.

Lihat saja keriput ditanganmu, ditambah lagi tonjolan urat nadi berwarna biru yang berkelok kelok di punggung telapak tanganmu itu. Nafasmu sering tersengal-sengal saat mengajari kami tentang klasifikasi buku. Tak jarang kujumpai gemetar tanganmu membolak balik buku DDC (Dewey Decimal Classification) kitabnya orang-orang perpustakaan. Apalagi bapak mengaku gak suka sama nasi rendang. Bukan tak enak,  tapi gigi yang gak suka lagi menggigit makanan keras.

Semua di atas terbantahkan.  Bapak membuktikan bahwa bapak memang gagah. Kegagahanmu it mampu kulihat ketika bapak bercerita bahwa dulu adalah seorang veteran. Wow pahlawan negara nih ceritanya. Berjuang demi kemerdekaan. Kemudian melalang buana ke Jakarta hingga akhirnya bapak masuk di Fakultas Bahasa UI dan mengambil jurusan sastra Perancis. Dari sanalah bapak mahir berbahasa Perancis.

Detail sekali bapak bercerita masa mudamu,  hari,  bulan dan tahun hingga rentetan cerita  didalamnya bahkan bapak masih ingat betul. Bagaimana mungkin? Dengan umur 84 bapak masih mengingat semuanya?

Belum lagi,  ketika membolak balik halaman buku, meski tanganmu gemetaran, bapak dengan sombongnya melepas kacamata dan dengan lincah membaca tulisan-tulisan kecil sekali bahkan juga tulisan-tulisan berbahasa inggris dan aneh memang, semua yang bapak baca tidak ada yang terlewat. Benar-benar masih teliti.

Wow sekali,  bapak memang benar-benar gagah. Dan mulai sejak itulah aku mulai jatuh cinta pada sosokmu. Sosok yang bijaksana dan selalu mengajarkan untuk berfikir kuat. Sungguh mengagumkan.

Meski demikian, kami terkadang jengkel dengan bapak. Bapak sering memarahi kami bahkan menghina. Bapak sering mengatakan ini "kalian itu tidak bodoh, hanya kalian itu tidak terlalu pintar".  Ha ha kami paham sebenarnya artinya adalah sama, bahwa kami bodoh.

Hingga pada suatu hari aku berniat untuk menulis sebuah cerita biografi perjalanan bapak, dan bapak menyambut hangat niat saya.  Bahkan bapak mendoakan saya supaya menjadi penulis sungguhan. Saya mengaminkan doa itu dan terkekek bersama.

Selang satu minggu setelah niat itu kusampaikan sebuah pesan singkat dari ponselku berdering. Sebuah pesan singkat berbunyi,
"Telah berpulang ke rahmatullah papa kami Rio Salahudin umur 84 tahun, mohon dimaafkan semua kesalahannya dan amal ibadahnya diterima amiin. Jika ada sangkutan mohon hubungi keluarga".

Tidak sampai berderai air mata, namun aku rasakan letupan luar biasa. Penyesalan sekali hingga sampai usiamu aku tak mampu mengabadikan kisah mudamu yang luar biasa itu. Ternyata minggu yang lalu,  adalah minggu terakhirnya mendengarkan cerita-ceritamu.

Kini,  Pak Rio Salahuddin, tenanglah di sisi ilahi Rabbi.

Surat ini adalah Ucapan terima kasih sudah membimbing kami mencintai dunia perpustakaan,  tak lebih juga ini adalah penngganti janjiku tempo dulu tentang keinginanku menulis biografi hidupmu.

Iya saya paham. ucapan terima kasih ini akan lebih afdol jika ditranslit dengan ucapan terimakasih bahasa Perancis yang tempo dulu bapak ajarkan.

Ya,  "Merci Beaucoup" dibaca mersibuku. 
Sekali  lagi kami ucapkan Merci Beaucoup Rio Salahuddin.

Hugs
Rusmiatiningsih

By: @eneng_rusmiati 

Senin, 02 Februari 2015

TAK SEPENUHNYA RINDU

#30HariMenulisSuratCintaHariKe-4
Cc: @catatansidoy


Dear.... 

Mmm,  aku takut menyebutkan namamu. Bukankah kita belum saling mengenal? Boro-boro menanyakan gimana kabarmu, mengingat akan keberadaanmu saja aku sangat gemeteran.

Apakah kau sekarang berada di kotaku? Di depan rumahku? Atau di dekat nafasku? Katanya kau sering mondar-mandir di sekitar sini? Kok aku tak melihatmu? Mmm apa kau ganteng? #eh

Bagaimana mungkin? Aku merindukanmu, oh bukan...bukan... Rindu.  Mungkin ini hanya sekedar perasaan penasaran. Bagaimana tidak? Aku disuruh mempercayaimu.  Kau akan datang dan pasti akan datang ke rumah. Tapi, mana? Aku selalu menunggumu hm setiap Malam minggu.  Apa kau tak suka malam minggu? 

Sebenarnya aku munafik. Aku tak suka kedatanganmu. Konon kedatanganmu selalu disertai sakit dan hestapa. Namun, aku diajarkan untuk percaya akan kedatanganmu. 

Il...tenang Saja. Meski aku membencimu namun aku tak sepenuhnya seperti itu. Aku merindukanmu meski tidak sepenuhnya juga. 

Mmm aku janji, aku akan dandan cantik. Aku juga akan keramas sehari 5 kali.  Aku akan memakai pakaian yang indah, pakaian yang ku buat khusus di hari itu. Aku juga akan mengoleskan minyak wangi yang wangi sekali. Agar kau tak mencium bau ketekku nanti.... He he

Aku pasti cantik,  bolehkan aku mengambil hatimu il...? Hayolah jatuh cintalah kepadaku. Jadikan aku kekasihmu agar kau tak tega menyakitiku. Kau tak akan tega membuat kekasihmu ini menangis bukan? 

Tapi aku paham. Kau akan tetap membuatku menangis. Tapi setidaknya aku minta satu hal. Tersenyumlah saat kau datang nanti, dan tariklah nyawaku dengan pelan dan lembut.  Maka dengan itu aku tak akan menangis melihatmu menjalankan tugas... 
Wahai Izrailku sayang. 
Aku merindukanmu tapi tak sepenuhnya. 
Hugs Hamba Allah. 

Kamis, 09 Oktober 2014

BEDANYA SALAM SAYA SAMA SALAM PAK JOKOWI.

Ho… mungkin ini juga sering dialami oleh kebanyakan orang yang punya penyakit “senile” alias sering lupa nama mantan eh maksudnya lupa naruk barang dimana.
Saya kayaknya sudah ditakdirkan punya bakat “senile” ini. Dari lupa naruk handuk dimana sampai lupa naruk dompet dimana. Terakhir tadi pagi.

Jumat, 03 Oktober 2014

TENTANG ULANGAN !

Baiklah!
Entah kenapa, saya ingin mengabadikan kegiatan-kegiatan hari terakhir ini. Iya. Banyak hal-hal inspiratif yang terjadi sepekan ini, terkhusus di tempat mengajar saya.
Minggu lalu, giliran kelas 8.1 ulangan harian. Seperti biasa minggu sebelumnya sudah di announce ke anak-anak. Kayaknya si pada semangat untuk ulangan minggu depan.

Sabtu, 17 Mei 2014

MANUSIA YANG SEMAKIN MENGEJAM !

Dua laki-laki paruh baya itu melenggang santai di jalanan Jakabaring Kota Palembang. Mereka saling bertukar pikiran. Satu laki-laki sedang asyik menyetir, dan teman satunya duduk disebelahnya dengan sejuta pertanyaan tentang indahnya kota ini.
Tibalah di sebuah jalanan yang sepi, tidak ada perumahan di sekitar sini. Yang ada hanyalah sederetan semak-semak belukar yang sebentar lagi mungkin akan menjadi gedung-gedung tinggi menjulang.
Disinilah kehidupan bermula. Bukan bercerita tentang indahnya kota, ataupun tentang gedung-gedung tinggi.

Kamis, 15 Mei 2014

4 Menit yang lalu

pukul 20:24 WIB. 


4 Menit yang lalu,
Wanita paruh baya itu memasuki kamar putrinya. Ia melihat-lihat kamar yang acak adul. Wanita itu menggeleng dan berkata “bersihkanlah kamarmu nduk”. Sang putri tetap diam menatap layar komputernya. Nampak di layar komputer dia sedang mengetik bab II skripsinya. Baginya kamar ini ya memang seperti ini dari ia pulang KKN. Ia harus fokus dan kejar target skripsi tahun ini. Suasana di rumah nampak sepi. Sang ayah sedang pergi, mungkin untuk kondangan di rumah tetangga sekitar.

Minggu, 04 Mei 2014

Senyuman dari Kedamaianmu ^_^"

Mikir keras!
Sudah 23 tahun saya nangkring di bedengnya Allah. Bumi yang senantisa menyediakan tubuhnya untuk berpijak kaki ini. Langit yang senantiasa menghiasi siang dan malamku. Kekayaan Allah yang telah kunikmati kurang lebih 23 tahun.
Menghela nafas !

Jumat, 11 April 2014

SATU ONS JIWA KEPAHLAWANAN

Palembang, Jum'at 11 April 2014 

hari ini, hari Jum'at. Cuaca agak mendung. Menutupi emas senja yang kunanti tiap menjelang magrib. Diriku senyum menatap kaca, tersenyum kecil. memuji di dalam hati. begitu cantiknya wajah ini. #eaaaa muji diri sendiri. 

tidak seperti biasa. kali ini, sebelum adzan Magrib berkumandang, saya sudah rapi dengan mengenakan mukena. Rencannya ba'da magrib ada janji sama anak-anak untuk belajar ngaji. hi hi hi.

Selasa, 04 Februari 2014

tak KKN maka tak Kenal

KKN
ya benar! KULIAH KERJA NYATA, kurang lebih begitulah singkatannya. 
tahun ini berkesempatan untuk melaksanakan kegiatan wajib mahasiswa yang satu ini, kegiatan yang merupakan penerapan pengamdian kita langsung ke masyarakat. 

Senin, 13 Januari 2014

MELANGKAH DI JALAN


FREEDOM !!!
ya.... mungkin ini lah kata yang tepat buat mahasiswa yang positif ketahuan hamil. loh kok hamil neng ? -_-

hm.... setelah gue nunggu-nunggu jadwal yang tepat buat seminar proposal skripsi, akhirnya hari itu datang juga. pembimbing dua gue, akhirnya punya waktu lenggang buat nyaksi'in tespect kehamilan gue. loh beneran hamil ya neng ? . fuhfefgyeu.

Rabu, 06 November 2013

Sayangi Upilmu !!!

Tepat pukul 7 pagi, kampret. Gue segera bangun dan ngonyor langsung ke kempus. Gue inget hari ini hari presentasi gue untuk latihan presentasi seminar proposal skripsi.

Print out lengkap dengan copy-anya udah tak siapin sejak semalem. Gue juga udah baca-baca isi dari proposal gue semaleman suntuk. Jaga-jaga kalau ada temen sekelas yang rese’ ngasih pertanyaan-pertanyaan sesat. Errrrrrrr…..

Selasa, 06 Agustus 2013

Ramadhon 2013

Hm..... 2013.

Aku masih berada di kota empek-empek ini. ini 6 kalinya saya menjalani ramadhan bersama ortu. Ya,,,, seneng si. Namun suasananya beda sama yang di Jawa. Sepi beuud disini. 

Rabu, 24 Juli 2013

BAKOD (Bahasa Kode)


Yap…. Kali ini dengerin nih, celotehan gue. Ngomong-ngomong masalah percintaan di Indonesia, pasti sahabat-sahabat enggak asing kan dengan masalah perkodean ini. Iya K-O-D-E, bukan yang di pake mbak’e-mbak’e jawa. Itu mah KONDE, haduh….

Kamis, 18 Juli 2013

KEPINGAN SENJA


Bersama angin yang berembus masuk ke jendela kamarku. Menyentuh pori-pori dan melewati bulu-bulu halus di tanganku. Seakan menyapaku yang sedang duduk menghadap barat.

Selasa, 21 Mei 2013

CERITA SUKSESKU


CERITA SUKSESKU
Namaku Rusmiatiningsih, berawal dari kabupaten terpencil di Kota Jawa Tengah.